DEPOK -- Persija Jakarta kembali membawa pemain-pemain muda dari jalur pembinaan ke dalam persaingan tim utama pada BRI Super League 2026/27. Muhammad Farhan Sopiulloh, Agi Firmansyah, dan Nathan Fariel Kusuma menjadi tiga nama yang kini berada dalam lingkungan skuad senior.
Bagi ketiganya, berada di tim utama merupakan tahap berbeda dari perjalanan yang selama ini mereka jalani. Setelah melewati kelompok usia U16, U18, hingga U20, mereka kini berhadapan dengan tuntutan yang lebih tinggi, baik dari sisi intensitas latihan maupun kecepatan permainan.
Nathan Fariel menjadi salah satu pemain yang mulai merasakan perbedaan tersebut. Adaptasi, menurutnya, menjadi tantangan utama ketika seorang pemain muda mulai berlatih dan bersaing bersama pemain senior.
“Tantangan terbesar adalah adaptasi. Sebab, ketika di U16, 18, sampai U20, intensitas latihannya sangat berbeda dengan tim utama. Di sini saya dituntut untuk lebih cepat dalam mengambil keputusan, lebih kuat secara fisik, mental harus lebih siap, dan yang paling penting harus juga bisa konsisten di setiap harinya,” kata Nathan Fariel.
Kesempatan berada di tim utama juga berarti masuk ke dalam persaingan untuk mendapatkan menit bermain. Nathan menyadari bahwa posisi tersebut tidak mudah, terutama dengan keberadaan sejumlah pemain berpengalaman di lini serang Persija.
“Saya berusaha fokus menunjukkan sikap dan kerja keras di latihan, menjalankan apa yang diminta pelatih, dan selalu siap ketika diberikan kesempatan bermain. Persaingan di lini serang Persija memang ketat dengan banyak pemain bagus di Persija. Tapi ya saya melihat itu sebagai motivasi saya untuk berkembang,” tuturnya.
Farhan, Agi, dan Nathan bukan kelompok pertama yang menempuh jalur serupa. Dalam lima musim terakhir, Persija telah memberikan debut kepada 23 pemain yang berasal dari kelompok usia pembinaan.
Jumlah terbesar tercatat pada Liga 1 2021/22 silam. Sebanyak 10 pemain menjalani debut pada musim tersebut, yakni Ilham Rio Fahmi, Braif Fatari, Alfriyanto Nico Saputro, Dony Tri Pamungkas, Rangga Widiansyah, Muhammad Ferarri, Radzky Syahwal Ginting, Salman Alfarid, Fajar Firdaus, dan Raka Cahyana.
Pada musim berikutnya, empat pemain menyusul. Mereka adalah Ginanjar Wahyu Ramadhani, Frengky Deaner Missa, Sandi Arta Samosir, dan Cahya Supriadi yang mencatatkan penampilan perdana di Liga 1 2022/23.
Regenerasi kemudian berlangsung dengan jumlah yang lebih sedikit, tetapi tetap berlanjut. Rayhan Hannan mendapatkan debut pada Liga 1 2023/24. Setahun kemudian, Liga 1 2024/25, Aditya Warman, Alwi Fadillah, dan Muhammad Zahaby Gholy mendapat kesempatan serupa.
Musim 2025/26 kembali menghadirkan lima debutan dari kelompok muda. Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur menjadi bagian dari generasi terbaru yang mencicipi kompetisi senior bersama Persija.