MALANG -- Pada medio September 2026 telah diselenggarakan kegiatan edukasi yang bertajuk I.League Goes to Campus dan I.League Goes to School di Pamekasan. Tepatnya di Universitas Madura dan SMA 2 Pamekasan.
Dua kegiatan yang sama dihelat di Malang, Jawa Timur pada pekan ini. Untuk I.League Goes to Campus diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (12/10). Sedangkan hajatan I.League Goes to School digelar di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Selasa (13/10).
Kedua kegiatan tersebut berlangsung meriah. Pada I.League Goes to Campus misalnya. Tercatat, dihadiri sekitar 903 mahasiswa atau mahasiswi dari berbagai fakultas. Diantaranya dari Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Pendidikan, Sains dan Humaniora, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Psikologi serta Fakultas Kedokteran.
Pada agenda I.League Goes to Campus membahas tentang industri sepak bola secara menyeluruh. Empat pemateri menampilkan penyampaian industri sepak bola dari sudut yang berbeda. Masing-masing dari I.League, BRI, akademisi dan Arema FC.
Dari pihak kampus UMM, hadir pembantu rektor III Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM, dan beberapa dosen terkait.
Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak hadir mewakili BRI. Sedangkan dari Arema FC diwakilkan kepada Chief Business & Commercial Officer Arema (CBCO), Irma Priyanti dan manajer operasional, Sudarmaji, dan salah satu pemain Arema, Hanif Sjahbandi.
Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM, menyatakan bahwa kegiatan I.League Goes to Campus telah mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri untuk memperluas pemahaman mengenai peluang karier di balik penyelenggaraan kompetisi sepak bola. Ia pun menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan setiap peluang dan perlunya bekal akademik yang dilengkapi dengan pengalaman praktik, kemampuan bekerja lintas bidang, dan kemauan untuk terus mengembangkan kompetensi. “Untuk bekerja di industri sepak bola, mahasiswa tidak harus menjadi pemain sepak bola,” katanya.
Pada kesempatan lain, Hanif Sjahbandi menyebut bahwa perkembangan sepak bola modern turut membuka ruang bagi beragam profesi. Menurutnya, pemain saat ini membutuhkan keterlibatan fotografer, videografer, hingga manajemen pribadi untuk membangun citra dan menjaga nilai komersial mereka. “Karena itu, disiplin dan konsistensi yang membuat kami bisa bertahan lama,” ucapnya.
Sementara itu, terkait kegiatan I.League Goes to School, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 5 Kepanjen, Siswanto menyebut kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi siswa dan siswinya. “Anak-anak mendapatkan gambaran bahwa industri sepak bola tak kalah menjanjikan dibandingkan industri lain,” sebut Siswanto.
Terkait kegiatan I.League Goes to Campus dan I.League Goes to School yang dihelat di Malang, Johanes Alfred Simanjuntak menjelaskan, bahwa keterlibatan BRI dalam kompetisi sepak bola tidak semata-mata berkaitan dengan olahraga. “BRI ingin memberikan makna kepada Indonesia, salah satunya melalui olahraga sepak bola yang banyak diminati masyarakat di berbagai daerah," ucapnya.