JAKARTA – Liga Nusantara memasuki musim kompetisi 2026/27 dengan sejumlah penyesuaian pada format kompetisi, regulasi pertandingan, serta penerapan club licensing. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi yang lebih terstruktur dan membuka jalur promosi ke Championship musim 2027/28.
Hal tersebut disampaikan dalam Owner’s Meeting Liga Nusantara 2026/27 yang berlangsung di Kantor I.League, Jakarta, Kamis (17/9). Musim 2026/27 akan diikuti oleh 24 klub yang dibagi ke dalam tiga grup berdasarkan faktor geografis, yakni Grup A (Barat), Grup B (Tengah), dan Grup C (Timur).
Kompetisi dijadwalkan berlangsung mulai 30 Oktober 2026 hingga 6 Februari 2027. Babak pendahuluan menggunakan format double round robin dengan sistem kandang dan tandang. Dari fase ini, juara grup, satu runner-up terbaik, serta dua peringkat ketiga terbaik akan melaju ke babak delapan besar.
Pada babak delapan besar, delapan klub akan terbagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi empat tim dan dimainkan secara sentralisasi dengan format single round robin. Dua klub yang menjadi juara grup berhak melaju ke babak final sekaligus memperoleh promosi ke Championship 2027/28, dengan tetap memenuhi persyaratan lisensi Championship.
Sementara itu, dua klub yang menjadi runner-up di babak delapan besar akan bertanding dalam playoff promosi. Babak playoff promosi dan Grand Final akan dimainkan dalam satu pertandingan di venue netral yang ditentukan I.League.
“Liga Nusantara 2026/27 kami siapkan bukan hanya sebagai kompetisi untuk menentukan prestasi di lapangan, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun klub yang semakin profesional. Karena itu, aspek sporting merit dan club licensing kami tempatkan sebagai dua bagian yang tidak terpisahkan.”
Menurutnya, format kompetisi dan persyaratan lisensi tersebut diharapkan memberikan arah yang lebih jelas bagi klub dalam mempersiapkan aspek teknis maupun tata kelola organisasi.
“Kami ingin klub-klub memiliki waktu dan ruang yang cukup untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi tim, infrastruktur, finansial, sumber daya manusia, legalitas, pemasaran, maupun program pengembangan dan keberlanjutan. Targetnya adalah ketika sebuah klub mendapatkan hak promosi, klub tersebut juga siap secara administratif dan struktural untuk bermain di level Championship,” ujar Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.
Dalam Owner’s Meeting, I.League juga menegaskan penerapan Club Licensing Cycle 2026/27 yang berlaku untuk musim kompetisi 2027/28.
Terdapat tujuh kriteria lisensi yang harus diperhatikan klub, yakni sporting, infrastructure, personnel, legal, financial, development & sustainability, serta marketing. Klub yang memperoleh hak promosi berdasarkan sporting merit wajib memiliki Lisensi Championship.
Proses lisensi dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan proses Lisensi Liga Nusantara yang berlaku bagi seluruh 24 peserta, sementara tahap kedua merupakan proses Lisensi Championship bagi klub yang memiliki hak promosi.
Liga Nusantara 2026/27 memberikan hak prioritas promosi kepada peringkat 1, 2, dan 3 berdasarkan sporting merit, dengan syarat mutlak memiliki Lisensi Championship.
Jika tidak terdapat klub yang memiliki Lisensi Championship, hak promosi dinyatakan gugur. Kondisi tersebut juga berdampak pada kompetisi Championship, dengan tiga klub yang seharusnya terdegradasi tetap bertahan di kompetisi tersebut.
“Pesan yang ingin kami sampaikan kepada seluruh peserta adalah bahwa prestasi dan kesiapan klub harus berjalan bersama. Sporting merit memberikan hak berdasarkan hasil kompetisi, sementara lisensi memastikan klub yang naik level memenuhi standar yang diperlukan. Keduanya menjadi bagian dari ekosistem kompetisi yang ingin kami bangun,” kata Ferry Paulus.
Liga Nusantara 2026/27 diharapkan menjadi bagian dari penguatan piramida kompetisi sepak bola Indonesia, sekaligus menyediakan jalur yang lebih terukur bagi klub-klub untuk berkembang dan memperoleh kesempatan promosi ke Championship.
Pembagian Grup Liga Nusantara 2026/27
Grup A: Persikotas Nusantara, Pekanbaru FC, Persikota Tangerang, Persekat Tegal, Persitara Jakarta Utara, Sriwijaya FC, Batavia FC, Pesik Kuningan
Grup B: Putra Sang Fajar FC, Persipa Pati, Persika Karanganyar, Persibo Bojonegoro, Persiba Bantul, Persibangga Purbalingga, Persinga Ngawi, Gresik United FC
Grup C: Persinab FC, Persikutim Patriot United, Persekabpas, Perseden Denpasar, Donggala FC, Pasuruan United, Persipani Paniai, PSN Ngada