JAKARTA - Operator kompetisi I.League menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kerusuhan suporter yang terjadi seusai pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Sumsel United FC pada laga pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/26, yang berlangsung Sabtu (24/1) sore di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.
Berdasarkan laporan resmi pengawas pertandingan dan perangkat keamanan stadion, selama jalannya laga telah terdengar yel-yel bernada cacian yang tidak pantas dari sebagian suporter tuan rumah. Situasi kemudian meningkat setelah pertandingan berakhir sekitar pukul 17.33 WIB, ketika sekelompok suporter memasuki Field of Play (FOP) dengan tujuan menyampaikan protes terhadap manajemen klub terkait prestasi tim.
Aksi tersebut memicu masuknya suporter lain dari berbagai tribun ke area lapangan. Dalam rangkaian kejadian itu, para pemain dan ofisial Sumsel United FC terpaksa bergegas menuju ruang ganti, di mana terjadi pelemparan botol air mineral ke arah terowongan pemain. Selain itu, terdapat tindakan kekerasan terhadap seorang petugas steward yang berusaha menghalau suporter, yang mengakibatkan korban mengalami luka memar akibat pengeroyokan. Insiden lain yang tercatat adalah penyalaan dan pelemparan flare ke area lintasan lari serta aksi pelemparan botol ke arah tribun barat.
Panitia pelaksana pertandingan telah berupaya melakukan langkah-langkah pengendalian situasi, termasuk imbauan melalui pengeras suara dan pendekatan persuasif untuk menenangkan massa. Sekitar pukul 17.45 WIB, para suporter berangsur membubarkan diri dan kondisi stadion kembali kondusif.
Operator kompetisi I.League menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, tindakan anarkis, ujaran kebencian, serta pelanggaran terhadap regulasi keselamatan pertandingan tidak dapat ditoleransi dalam sepak bola Indonesia. Seluruh laporan terkait insiden ini akan dipelajari secara menyeluruh sesuai dengan regulasi dan kode disiplin yang berlaku.
I.League juga mengimbau seluruh pihak, termasuk klub, ofisial, dan suporter, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas demi terciptanya iklim kompetisi yang aman dan bermartabat.
Informasi lebih lanjut terkait hasil evaluasi dan keputusan resmi akan disampaikan setelah proses penelaahan selesai.