JAKARTA – I.League terus membuka ruang pengembangan bagi talenta muda sepak bola Indonesia melalui pengalaman bertanding di level internasional. Sebanyak 18 pemain terbaik hasil seleksi dari Elite Pro Academy (EPA) Super League U18 musim 2025/26 memperkuat I.League Selection U18 pada ajang K League Asian Youth Championship Jeju 2026 yang berlangsung di Jeju, Korea Selatan, pada 2–6 September 2026.
Keikutsertaan I.League Selection U18 dalam turnamen ini merupakan bagian dari komitmen I.League untuk memperluas pengalaman kompetitif pemain-pemain muda Indonesia. Sebanyak 18 pemain tersebut sebelumnya diseleksi dari 23 pemain yang dipilih oleh tim Football Academy I.League berdasarkan performa mereka selama mengikuti kompetisi EPA Super League U18 musim 2025/26.
Daftar pemain I.League Selection terdiri dari talenta-talenta muda dari berbagai klub, dengan komposisi pemain di seluruh lini. Tim juga didampingi jajaran ofisial yang dipimpin Head Coach Ferdiansyah, bersama para pelatih dan staf pendukung lainnya.
Dalam K League Asian Youth Championship Jeju 2026, I.League Selection U18 akan menjalani empat pertandingan, terdiri atas tiga pertandingan fase grup dan satu pertandingan pada fase final round.
Turnamen ini diikuti delapan tim yang dibagi ke dalam dua grup. I.League Selection U18 tergabung di Grup B bersama Daegu FC, Suwon FC, dan Cerezo Osaka. Sementara itu, Grup A dihuni oleh Gyeongnam FC, PVF Academy, AEI International High School, dan Jeju SK.
Direktur Utama I.League Ferry Paulus menegaskan bahwa keikutsertaan I.League Selection dalam turnamen internasional tersebut memiliki arti penting dalam proses pembinaan dan pengembangan pemain usia muda.
“Kompetisi usia muda tidak hanya berbicara tentang bagaimana pemain meraih hasil di dalam negeri, tetapi juga bagaimana kami dapat memberikan mereka pengalaman untuk mengukur kemampuan di level yang lebih tinggi. Melalui K League Asian Youth Championship Jeju 2026, para pemain EPA mendapatkan kesempatan berharga untuk merasakan atmosfer pertandingan internasional, menghadapi karakter permainan yang berbeda, serta belajar beradaptasi dengan standar kompetisi yang lebih tinggi,” ujar Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.
Menurutnya, program ini merupakan salah satu langkah konkret I.League dalam membangun ekosistem pembinaan yang memberikan pengalaman kompetitif secara berkelanjutan kepada pemain muda.
“Kami ingin kompetisi EPA menjadi fondasi yang benar-benar memberikan jalur perkembangan bagi para pemain. Karena itu, pemain-pemain terbaik perlu mendapatkan ruang untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan internasional. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat memperkaya kualitas mereka, baik secara teknis, taktis, mental, maupun karakter,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ferry berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemain yang berkompetisi di EPA untuk terus menunjukkan perkembangan dan konsistensi.
“Ini juga menjadi pesan bahwa performa di kompetisi usia muda memiliki arti dan peluang yang nyata. Pemain yang menunjukkan kualitas, kerja keras, dan konsistensi dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pengembangan yang lebih luas. Kami berharap pengalaman I.League Selection di Korea Selatan ini dapat menjadi bekal penting bagi para pemain untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju level sepak bola profesional dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi masa depan sepak bola Indonesia,” tuturnya.
Keikutsertaan I.League Selection U18 di K League Asian Youth Championship Jeju 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya I.League untuk memperkenalkan pemain-pemain terbaik dari kompetisi EPA kepada atmosfer sepak bola internasional. Dengan menghadapi akademi dan tim-tim muda dari berbagai negara, para pemain diharapkan memperoleh pengalaman kompetitif yang tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperluas pemahaman mereka terhadap perkembangan sepak bola di level Asia.