JAKARTA – I.League menggelar Club Management Meeting Super League musim 2026/27 sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju bergulirnya kompetisi musim baru pada Jumat (31/7) di Kantor I.League, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, jajaran Direksi I.League, serta CEO, COO, manajer, dan perwakilan dari 18 klub peserta Super League musim 2026/27.
Club Management Meeting merupakan forum koordinasi strategis yang mempertemukan PSSI, I.League, dan seluruh klub peserta untuk menyamakan persepsi mengenai berbagai aspek penyelenggaraan kompetisi. Beragam materi disampaikan dalam pertemuan ini, mulai dari regulasi kompetisi, operasional pertandingan, perwasitan, perizinan, aspek komersial, media, hingga berbagai pembaruan yang akan diterapkan pada Super League musim 2026/27. Forum ini juga menjadi wadah bagi seluruh klub untuk berdiskusi serta memberikan masukan guna mendukung penyelenggaraan kompetisi yang semakin profesional dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara PSSI, I.League, dan seluruh klub dalam membangun kompetisi sepak bola Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing.
"PSSI terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan kompetisi yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi fondasi utama bagi kemajuan sepak bola nasional. Sinergi antara federasi, operator kompetisi, dan seluruh klub merupakan kunci dalam mewujudkan ekosistem sepak bola Indonesia yang semakin kuat, sehat, dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujar Yunus Nusi.
Sementara itu, Direktur Utama I.League Ferry Paulus menegaskan bahwa Club Management Meeting menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan kesiapan seluruh pemangku kepentingan sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Super League merupakan wajah utama kompetisi sepak bola profesional Indonesia. Oleh karena itu, seluruh aspek penyelenggaraan harus dipersiapkan secara matang dengan mengedepankan kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara operator kompetisi dan seluruh klub peserta. Melalui forum ini, kami ingin memastikan seluruh klub memiliki pemahaman yang sama terhadap regulasi, kebijakan, dan standar operasional yang akan diterapkan, sekaligus membuka ruang diskusi untuk menerima berbagai masukan demi penyempurnaan penyelenggaraan kompetisi. Kami berharap Super League musim 2026/27 dapat terselenggara dengan lebih profesional, kompetitif, aman, dan mampu menghadirkan kualitas pertandingan yang semakin baik," ujar Ferry Paulus.
Selain pemaparan materi dari setiap departemen di I.League, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan, pandangan, serta masukan terkait implementasi regulasi maupun pelaksanaan kompetisi di lapangan. Diskusi yang berlangsung konstruktif menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan persepsi serta memperkuat koordinasi antara operator kompetisi dan seluruh klub peserta.
Melalui penyelenggaraan Club Management Meeting ini, I.League berharap kolaborasi yang telah terbangun bersama PSSI dan seluruh klub peserta dapat terus diperkuat dalam menyongsong musim kompetisi 2026/27. Dengan persiapan yang matang, koordinasi yang solid, dan komitmen bersama, Super League diharapkan mampu menghadirkan kompetisi yang profesional, kompetitif, berintegritas, serta memberikan pengalaman terbaik bagi klub, pemain, ofisial, mitra, media, dan para pecinta sepak bola Indonesia.