Van Gastel Sangat Menikmati Musim Perdananya Bersama Laskar Mataram

Van Gastel Sangat Menikmati Musim Perdananya Bersama Laskar Mataram

5 Juni 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PSIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA – Arena kompetisi BRI Super League 2025/26 menjadi kompetisi perdana sosok pelatih Jean Paul Van Gastel di Indonesia. Pelatih asal Belanda itu membagikan pengalamannya setelah melewati musim perdana bersama PSIM Yogyakarta di kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air.

Dan meski berstatus sebagai tim promosi, namun PSIM ditangan Jean Paul Van Gastel sempat tampil mengejutkan dengan merangsek ke posisi enam besar di putaran pertama.

Dan pada akhir musim, PSIM mampu finish di peringkat ke-11 dengan koleksi 45 poin. Dari 34 laga yang dijalani, Laskar Mataram mencatat 11 kali menang, 12 kali imbang dan 11 kali kalah.

Untuk agresivitas gol, PSIM mencatat 43 kali mencetak gol dan 44 kali kebobolan. 

“Saya sangat menikmati tahun pertama saya di sini. Banyak sekali perjalanan yang harus dilalui, sehingga saya harus beradaptasi dengan hal tersebut,” kata pelatih yang akrab disapa Van Gastel tersebut bercerita.

Menurutnya, pengalaman baru dia dapatkan, seperti halnya bertandang ke klub lawan selama berhari-hari. “Terkadang, kami harus menjalani laga tandang selama empat hari. Hal itu merupakan sesuatu yang baru bagi saya,” dia menambahkan.

Atmosfer kompetisi lokal beserta fanatisme suporter di stadion turut mencuri perhatian sang pelatih. Kehadiran pendukung setia Laskar Mataram selalu memberi motivasi tambahan bagi tim asuhannya.

“Saya pikir liga ini sangat kompetitif, dan saya sangat menikmati pertandingan, khususnya saat dihadiri oleh para suporter. Contohnya pada pertandingan kandang terakhir musim ini, kami dapat mengakhiri musim secara positif dengan kemenangan di kandang,” ucap Van Gastel lagi.

Dia juga mencontohkan beberapa pertandingan yang menurutnya sangat menarik dengan dihadiri puluhan ribu suporter. “Pertandingan di Jakarta dan di Bandung yang dihadiri banyak penonton, menurut saya, itulah esensi dari sepak bola yakni bermain untuk suporter yang datang dalam jumlah besar,” dia menegaskan.

Selain dari sisi sepak bola, Van Gastel mengungkapkan bahwa banyak warna baru di kehidupan pribadinya selama setahun terakhir. Dia mengaku banyak mempelajari budaya baru, khususnya di Yogyakarta.

“Secara keseluruhan, saya sangat senang bisa datang ke sini karena ini memberikan warna baru dalam hidup saya, tidak hanya dari segi sepak bola, tetapi juga kehidupan pribadi. Saya bertemu dengan orang-orang baru dan tinggal di dalam budaya yang berbeda. Bagi saya, ini adalah sebuah kekayaan,” ujarnya menambahkan.