SEMARANG - Malut United FC mengambil langkah tidak biasa jelang pekan ke-31 BRI Super League 2025/26. Alih-alih bermain di kandang sendiri, tim memutuskan menggunakan Stadion Jatidiri Semarang saat menghadapi Persis Solo, Sabtu (2/5) malam.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, karena faktor nonteknis menjadi pertimbangan utama, terutama jadwal padat dan keterbatasan akses transportasi udara yang memengaruhi mobilitas tim.
“Kami menghadapi jadwal yang berdekatan antara pertandingan melawan PSBS Biak, Persis Solo, dan PSIM Yogyakarta. Di sisi lain, situasi transportasi udara yang terbatas saat ini cukup menyulitkan mobilitas tim,” ujar COO Malut United, Willem D. Nanlohy.
Sebab dalam rentang waktu singkat, Malut United harus berpindah dari satu kota ke kota lain. Setelah menjalani laga di Sleman, mereka dijadwalkan kembali bertanding dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.
Melihat kondisi tersebut, Semarang dinilai sebagai titik tengah paling ideal. Lokasinya memungkinkan tim menghemat energi sekaligus menjaga kualitas persiapan.
“Melihat situasi tersebut, kami memilih Stadion Jatidiri sebagai solusi terbaik agar tim tetap dapat mempersiapkan diri dengan optimal demi menuai hasil terbaik,” imbuhnya.
Namun laga akan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Meski demikian, manajemen tetap mengajak suporter untuk memberikan dukungan dari jarak jauh.
Bagi Malut United, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan bagian penting dalam menjaga konsistensi di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/26.