PSIM Sudah Bersiap Tatap Laga Lawan Borneo FC

PSIM Sudah Bersiap Tatap Laga Lawan Borneo FC

27 Januari 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PSIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta sudah bersiap menatap laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26. Sesuai jadwal, Laskar Mataram akan menjalani laga tandang lawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2) mendatang.

Untuk laga tandang lawan Pesut Etam nanti, PSIM bertekad bangkit memperbaiki performa dan menjaga mentalitas bertanding usai hasil kurang maksimal di laga pekan ke-18 lawan Persebaya Surabaya lalu yang berakhir dengan kekalahan 0-3 meski tampil di kandang sendiri.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel mengambil langkah taktis dengan menggeser jadwal latihan rutin dari sore menjadi pagi hari. Keputusan ini diambil guna mengantisipasi cuaca di Yogyakarta yang kerap hujan saat sore hari.

“Musim hujan, itu saja alasannya. Saya bicara dengan staf dan orang lokal yang berpengalaman terkait musim hujan di sini,” ujar Van Gastel, Selasa (27/1). Dia ingin memastikan program latihan berjalan efektif tanpa hambatan cuaca ekstrem, sehingga persiapan tim menuju Samarinda tetap optimal.

Van Gastel mengaku sempat kehilangan sesi latihan akibat hujan deras di sore hari. “Pada waktu tertentu saya perhatikan kalau pagi cuacanya cukup bagus, tapi siang menjelang sore makin memburuk. Jadi, kami putuskan latihan pagi karena kita sempat melewatkan latihan gara-gara hujan,” dia menambahkan.

Selain adaptasi cuaca, tim pelatih PSIM juga fokus menyiasati kedalaman skuad yang terbatas akibat cedera. Van Gastel menegaskan tidak akan mendatangkan pemain baru di bursa transfer dan berusaha memaksimalkan stok pemain yang tersedia.

“Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain, seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini,” tegas pelatih asal Belanda tersebut, usai laga lawan Persebaya lalu.

Meski opsinya terbatas, Van Gastel mengapresiasi dedikasi para pemainnya. Kembalinya beberapa pilar dari cedera, seperti Andy Setyo, diharapkan mampu menambah variasi strategi saat menghadapi FC.

“Saya senang dengan skuad saya karena saya pikir terutama Andy Setyo yang sudah lama tidak bermain, dia bermain sangat baik. Saya rasa kami mendapatkan kembali beberapa pemain yang cedera sehingga skuad akan menjadi sedikit lebih besar saat melawan Borneo FC,” ujar Van Gastel lagi.

Situasi ini menuntut kesiapan seluruh elemen tim, termasuk pemain yang selama ini minim menit bermain. Rotasi dan kesiapan mental disebutnya menjadi kunci utama Laskar Mataram untuk mengarungi jadwal kompetisi yang padat.