KEDIRI – PSS Sleman gagal mencatat poin dari laga pekan keenam BRI Super League 2026/27. Berlaga melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10), skuat Super Elang Jawa kalah tipis 1-2 dari tuan rumah yang berjuluk Macan Putih.
Persik Kediri mampu unggul lewat brace Ernesto Gomez, masing-masing melalui eksekusi penalti pada menit ke-7 dan gol pada menit ke-42. Sedangkan PSS hanya mampu membalas lewat aksi Melvyn Lorenzen pada menit ke-31.
Sebenarnya, PSS juga sempat mencetak gol yang membuat skor imbang jadi 2-2 melalui Gustavo Tocantins pada menit ke-63. Namun kemudian gol dianulir usai wasit usai melakukan pengecekan VAR karena ada pemain PSS, Riko Simanjuntak yang dinilai berada dalam posisi offside terlebih dulu.
“Laga yang bagus. Kedua tim coba untuk memperagakan sepak bola yang bagus. Dari analisa saya, kita main bagus setelah cetak gol, kita kemudian bisa main dominan. Untuk gol kedua Persik adalah akibat dari kesalahan pemain belakang. Kita harusnya bisa lebih fokus,” kata pelatih PSS, Pieter Huistra usai pertandingan.
Menurutnya, gol kedua Persik mestinya adalah tidak boleh terjadi. “Kita kasih gol terlalu mudah. Kita kurang beruntung hari ini. Seharusnya kita bisa dapatkan poin satu atau bahkan mungkin memenangkan laga ini. Ini pandangan saya,” ucapnya menambahkan.
Kekalahan dari Persik ini menjadi kekalahan keempat dari enam laga yang sudah dijalani PSS di awal perjalanannya di BRI Super League 2026/27.
Saat ini PSS masih berada di papan bawah, tepatnya di peringkat ke-15 dari 18 tim dengan koleksi empat poin hasil dari sekali menang dan sekali imbang.
“Menurut saya, progres tim saat ini sudah lebih bagus. Tapi memang kita belum lengkap karena masih ada pemain yang masih dalam kondisi cedera. Tapi yang pasti, saya senang melihat progres pemain saat ini,” pungkasnya.