SURABAYA - Memasuki lanjutan BRI Super League 2025/26, Persebaya Surabaya dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Pada bulan April ini menjadi periode krusial bagi tim, bukan hanya karena padatnya jadwal, tetapi juga kondisi skuat yang belum sepenuhnya ideal.
Pelatih Bernardo Tavares mengakui bahwa situasi kebugaran tim saat ini masih jauh dari harapan. Sejumlah pemain masih berkutat dengan cedera, bahkan beberapa di antaranya baru kembali menjalani latihan.
Dimana dalam laga terakhir, Persebaya terpaksa memainkan beberapa pemain yang belum berada dalam kondisi terbaik. Situasi ini membuat performa tim tidak maksimal di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi tim pelatih. Bersama tim medis, Persebaya kini fokus mempercepat proses pemulihan pemain agar bisa kembali berkontribusi secara optimal.
“Kami bekerja sama dengan departemen medis untuk memperbaiki kondisi ini. Tidak masuk akal jika klub membayar pemain tetapi mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam pemulihan daripada latihan,” tutur Bernardo Tavares.
Selain persoalan kebugaran, jadwal pertandingan yang rapat di bulan April semakin menambah beban tim. Dalam waktu kurang dari satu bulan, Persebaya harus menjalani lima laga penting melawan tim-tim kuat.
Mereka akan menghadapi Persita Tangerang, Persija Jakarta, Madura United FC, Malut United FC, hingga laga sarat gengsi melawan Arema FC.
Bagi pelatih asal Portugal itu, kombinasi antara jadwal padat dan kedalaman skuat yang terbatas menjadi tantangan terbesar saat ini.
“Ini menjadi masalah bagi kami karena skuat tidak terlalu dalam dan banyak pemain yang cedera. Itu adalah tantangan utama,” kata mantan pelatih PSM Makassar itu.
Kini dalam situasi seperti ini, Persebaya harus berjalan di garis tipis yaitu menjaga intensitas latihan agar tetap kompetitif, namun di saat yang sama menghindari risiko cedera tambahan.
Tim pelatih pun menerapkan berbagai program pemulihan sebagai langkah preventif.
“Kami melakukan banyak program pemulihan untuk mencegah cedera tambahan. Kami ingin menjaga intensitas dan agresivitas dalam latihan, karena itu yang dibutuhkan dalam pertandingan,” ujar Tavares.
Dia juga berharap tidak ada lagi pemain yang harus menepi, agar tim memiliki lebih banyak opsi dalam menyusun strategi.
Saat ini tim berjuluk Bajul Ijo itu menempati posisi ke-7 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 39 poin.