Ondrej Rudzan Bicara Atmosfer Suporter PSIM dan Adaptasi Cuaca

Ondrej Rudzan Bicara Atmosfer Suporter PSIM dan Adaptasi Cuaca

11 September 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 PSIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA -- Pemain PSIM Yogyakarta, Ondrej Rudzan sudah menjalani laga perdananya di arena BRI Super League 2026/27 melawan Persita Tangerang pada Sabtu (5/9) pekan lalu. Pertandingan tersebut menjadi tanda debutnya merumput di Indonesia sekaligus di luar benua Eropa.

Pemain belakang asal Republik Ceko ini mengaku langsung merasakan atmosfer sepak bola di Indonesia dalam laga tersebut. “Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung kami karena mereka telah menciptakan atmosfer yang luar biasa bagi kami, dan kami memohon maaf karena belum bisa meraih kemenangan,” kata Ondrej. 

Dia menyoroti beberapa aspek taktis dari laga tersebut sebagai bahan evaluasi tim. “Ini adalah kesalahan kami, tetapi kami harus memperbaikinya karena permainan tim kami belum cukup baik. Lawan menunggu kesalahan kami dan kami terlalu mudah kehilangan bola,” lanjutnya.

Penguasaan bola dan transisi antarlini menjadi fokus utama perbaikan skuad Laskar Mataram. “Kami harus tampil lebih baik dalam kombinasi permainan, lebih sering mengubah ritme, serta meningkatkan performa di area penyerangan maupun pertahanan,” tegas pemain kelahiran 25 Juli 1998 tersebut.

Ondrej juga berkomitmen penuh untuk memperbaiki kekurangan tersebut demi meraih poin penuh pada laga selanjutnya. “Oleh karena itu, kami harus membenahinya karena pertandingan berikutnya akan serupa, dan kami tidak ingin kalah,” ungkap Ondrej.

Disisi lain, cuaca tropis pada laga sore hari memberikan ujian fisik tersendiri bagi Ondrej. Meski demikian, dia tidak ingin menjadikan tantangan ini sebagai alasan atas kurang maksimalnya performa bersama tim di lapangan.

“Mengenai cuaca, memang tidak mudah, tetapi kondisinya sama bagi semua pemain,” tuturnya menambahkan. 

Dia merasa gaya permainannya sangat membantu proses adaptasi terhadap kondisi cuaca yang cukup panas di daerah Yogyakarta dan Bantul. “Karena tipe permainan saya banyak berlari, hal ini tidak terlalu menyulitkan bagi saya, meskipun terik matahari tetap menjadi tantangan,” tambahnya.

Menurutnya, ketika nanti PSIM mendapatkan jadwal bermain di malam hari, kondisinya akan berbeda. Ondrej menilai ini sebagai keuntungan bagi kondisi kebugaran fisik para pemain.

“Namun, suhunya cukup baik, dan jika matahari sudah terbenam, kondisinya akan sangat sempurna untuk pertandingan. Jadwal berikutnya kami akan berlaga pukul 19.00, sehingga cuacanya akan terasa jauh lebih nyaman bagi tim maupun bagi saya pribadi,” pungkasnya.