Mauro Jeronimo Pasang Badan, Puji Kerja Keras Ikhsan Nul Zikrak Lawan Java United

Mauro Jeronimo Pasang Badan, Puji Kerja Keras Ikhsan Nul Zikrak Lawan Java United

12 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 BORNEO FC SAMARINDA

SEMARANG — Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jerenimo, secara terbuka memberikan pembelaan kepada gelandang mudanya, Ikhsan Nul Zikram, menyusul kekalahan tipis 1-2 dari Java United FC pada laga pekan keempat BRI Super League 2026/27 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (11/10).

Meski performa Ikhsan sempat mendapat sorotan negatif dari sejumlah media, Jeronimo menegaskan bahwa kontribusi pemain berusia 23 tahun tersebut tetap luar biasa dan patut diapresiasi. Menurutnya, kritik yang diarahkan kepada sang pemain tidak sepenuhnya adil mengingat kondisi fisik tim yang sedang terkuras.

Jeronimo pasang badan dan menolak menyalahkan individu atas hasil minor tersebut. Ia justru memuji etos kerja serta attitude yang ditunjukkan Ikhsan di atas lapangan hijau.

"Secara sikap dan mentalitas, penampilan Ikhsan sangat bagus. Dia adalah salah satu pemain yang paling banyak berlari, memotong jalur bola, dan bekerja keras sepanjang 90 menit untuk membantu tim ini," ujar Mauro Jeronimo.

Jeronimo juga membeberkan bahwa penurunan performa yang dialami Ikhsan dan punggawa Pesut Etam lainnya merupakan dampak langsung dari jadwal kompetisi yang sangat padat.

Sebelum terbang ke Semarang, skuad Borneo FC harus melakoni laga tandang yang menguras energi di Tailan dalam ajang ASEAN Club Championship 2026/27. Waktu pemulihan yang singkat dan perjalanan panjang menjadi faktor utama performa tim tidak berada di level optimal.

Kekalahan dari Java United ini menjadi bahan refleksi penting bagi jajaran kepelatihan Borneo FC. Jeronimo menyatakan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan secara emosional dan memilih untuk melakukan analisis berbasis data.

"Kami tidak akan menilai performa hanya dari satu sudut pandang. Setelah kembali ke Samarinda, tim kepelatihan akan langsung melakukan evaluasi taktis secara menyeluruh menggunakan rekaman video pertandingan guna membenahi kekurangan yang ada," tutup pelatih asal Portugal tersebut.

Kekalahan ini membuat Borneo FC harus tertahan di papan tengah klasemen temporer, dan mereka dituntut segera bangkit pada laga berikutnya demi menjaga asa persaingan juara BRI Super League 2026/27.