BOGOR -- Meski belum meraih kemenangan dalam empat laga awal BRI Super League 2026/27 tidak membuat Garudayaksa FC dipandang sebagai lawan yang mudah oleh Arema FC. Marcos Santos sebagai pelatih Arema FC justru meminta pemain meningkatkan kewaspadaan ketika menjalani laga pekan kelima yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10) sore.
Seperti diketahui Garudayaksa FC menjalani awal musim dengan dua hasil imbang dan dua kekalahan. Kondisi tersebut membuat tuan rumah membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi sekaligus mengangkat kepercayaan diri.
"Sejauh ini, keadaan tidak berjalan terlalu baik bagi Garudayaksa, mereka belum berhasil meraih kemenangan bahkan belum memenangkan satu pertandingan pun dan ditambah lagi, beberapa pemain mereka mengalami cedera," tutur pelatih berusia 47 tahun itu.
Situasi tersebut berpotensi membuat Garudayaksa tampil dengan motivasi lebih besar di hadapan pendukung sendiri.
Bagi Arema FC, kondisi lawan yang sedang kesulitan justru perlu diantisipasi karena kebutuhan meraih kemenangan dapat memengaruhi permainannya.
Selain itu salah satu kekuatan Garudayaksa terletak pada keberadaan sejumlah pemain asing dengan pengalaman dan karakter permainan berbeda.
Tim tersebut diperkuat pemain dari berbagai negara, termasuk Eropa, Brasil, Jepang, dan Afrika. Beberapa nama yang menjadi perhatian adalah Carlos Iury, yang sebelumnya memperkuat Dewa United Banten FC, serta Ryo Matsumura, mantan pemain Persija Jakarta.
"Ini adalah gaya sepak bola yang mengglobal, menurut saya, beberapa tim musim lalu juga diperkuat oleh banyak pemain Eropa dan pelatihnya pun berasal dari Eropa. Bukan sekadar soal pemain Eropa, tetapi ini adalah tim yang sangat kuat," ujar Marcos Santos.
"Sebuah kesebelasan yang mulai padu dan akan terus berkembang sepanjang kompetisi berlangsung," imbuhnya.
Untuk itu dia tidak ingin Arema FC menganggap proses adaptasi tersebut sebagai kelemahan yang otomatis memberikan keuntungan. Apalagi menghadapi lawan yang sedang memburu kemenangan pertama, dia menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh.
"Seharusnya saya tidak perlu merasa lebih termotivasi daripada mereka. Kita tahu mereka adalah tim yang berkualitas tim yang sedang dalam proses membangun diri dan kita harus lebih siap secara mental, taktis, maupun fisik," pungkas mantan pelatih Nautico itu.