KEDIRI -- Persik Kediri dan PSS Sleman tak punya waktu panjang untuk mempersiapkan laga pekan keenam BRI Super League 2026/27 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Kamis (22/10) sore.
Kedua tim hanya memiliki masa pemulihan fisik sekitar tiga hari. Pada hari Minggu (18/10) lalu, Persik Kediri tandang melawan Persib Bandung. Sementara PSS Sleman dijamu Persebaya Surabaya.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menyatakan tak ada yang diuntungkan dari jadwal padat ini. Baik Persik Kediri sebagai tuan rumah maupun PSS Sleman yang berstatus tamu.
"Kedua tim sama-sama baru main hari Minggu. Tapi saya kira semua tim harus siap menjalankan jadwal padat ini. Kami harus tampil maksimal jika ingin menang. Begitu pula PSS Sleman. Tapi kami akan berusaha maksimalkan dukungan penonton untuk meraih hasil terbaik," katanya.
Juru taktik asal Spanyol itu mengungkapkan telah berupaya menjaga kebugaran para pemain. Begitu pula yang dilakukan pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, yang memilih tetap tinggal di Surabaya untuk persiapan menghadapi Persik Kediri.
"Dengan kondisi jadwal padat, kami harus pintar melakukan recovery. Kami berusaha menjaga situasi ruang ganti terasa nyaman bagi pemain. Kita utamakan faktor humanisme kepada pemain. Penanganan fisik yang tepat akan membuat performa tim tetap terjaga," jelasnya.
Marcos Reina terus mempertahankan permainan agresif untuk skuat Macan Putih. "Kita akan main dengan karakter tim ini. Chemistry para pemain sudah terjalin bagus. Kita hampir dapat poin lawan Persib Bandung. Game plan ini juga tetap kami terapkan lawan PSS Sleman nanti," ucapnya.