Kondisi Pemain Persebaya Dibaca Lewat Tes CMJ

Kondisi Pemain Persebaya Dibaca Lewat Tes CMJ

11 September 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 PERSEBAYA SURABAYA

SURABAYA -- Menatap laga pekan kedua BRI Super League 2026/27, Persebaya Surabaya tidak menjadikan latihan keras sebagai satu-satunya cara menjaga kebugaran pemain. Di balik persiapan tersebut ada proses evaluasi yang dilakukan lebih dulu untuk memastikan kondisi tubuh setiap pemain.

Waktu tiga hari dimanfaatkan untuk pemulihan tim usai menjalani perjalanan panjang dari Lampung. Sebab kondisi pemain setelah pertandingan menjadi dasar penting untuk menentukan seberapa besar beban latihan yang bisa diberikan.

Pemain Persebaya pun menjalani pemeriksaan Body Composition and Countermovement Jump (CMJ) terlebih dahulu. "Secara keseluruhan, kondisi fisik pemain cukup baik. Hasil tes CMJ memberi kami gambaran mengenai kondisi neuromuskular pemain, termasuk bagaimana tubuh mereka merespons pertandingan dan perjalanan panjang dari Lampung," ujar pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho.

"Karena respons terhadap kelelahan bisa berbeda pada setiap pemain, kami memantau kondisi mereka secara individual," dia menambahkan. 

"CMJ merupakan tes sederhana, tetapi sangat berguna untuk mengukur performa neuromuskular. Dari tes ini, kami bisa melihat kemampuan pemain dalam menghasilkan gaya dan daya, terutama melalui tungkai bawah," imbuhnya.

Data tersebut kemudian tidak dilihat secara terpisah. Kemudian tim pelatih membandingkannya dengan baseline atau kondisi acuan masing-masing pemain.

"Dari situ, kami bisa melihat apakah ada penurunan performa yang berpotensi menjadi tanda kelelahan atau proses pemulihan yang belum sepenuhnya tuntas," kata pelatih berusia 29 tahun itu.

Selain itu tim pelatih menggabungkan hasil pemeriksaan dengan sejumlah indikator lain sebelum menentukan program latihan.

Kondisi kesehatan pemain, rasa lelah, beban latihan, hingga jumlah menit bermain menjadi bagian dari evaluasi. Artinya, menu latihan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain. 

Pemain yang mendapat menit bermain tinggi bisa memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan pemain yang lebih banyak berada di bangku cadangan.

Persebaya juga memanfaatkan teknologi untuk melengkapi proses pemantauan. "Kami menggunakan berbagai data, mulai dari data pertandingan, GPS, hasil CMJ, umpan balik kondisi pemain, hingga pengamatan langsung tim pelatih. Semua itu kami gunakan untuk menyesuaikan beban latihan," tutur Diogo.

Kini Persebaya sudah memasuki persiapan untuk menjalani laga pekan kedua BRI Super League 2026/27. Tim akan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (13/9) malam.

"Tujuan akhirnya adalah memastikan pemain ke pertandingan berikutnya dalam kondisi segar, sudah pulih, dan siap bermain dengan intensitas tinggi," pungkasnya.