GIANYAR - Menjelang laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/26, sorotan terus berlangsung melalui media sosial kepada pemain muda Bali United FC, Kadek Arel.
Hal ini berhubungan dengan hasil imbang 3-3 laga sebelumnya melawan PSIM Yogyakarta. Sebab kesalahan umpannya berujung kartu merah Joao Ferrari.
"Soal itu adalah hal biasa terjadi dalam sepak bola terutama saya sebagai pemain belakang. Tentu pengalaman itu menjadi pembelajaran saya untuk semakin lebih baik ke depannya," ujar pemain asal Bali itu.
Kesalahan tersebut menjadi momentum refleksinya dan mengakui tanggung jawabnya. Dia bertekad tampil lebih baik saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (28/2) malam.
"Menghadapi Persijap di kandang adalah laga yang penting untuk tim ini. Saya menyadari kesalahan yang terjadi di laga pekan lalu dan menjadi pembelajaran berharga buat saya pribadi. Saya akan maksimal berjuang untuk klub tanah kelahiran saya agar meraih poin maksimal," tutur Kadek Arel.
Kini di tengah tekanan, pelatih Bali United, Johnny Jansen justru tetap memberikan kepercayaan penuh kepada bek Timnas Indonesia U23 tersebut. Sebab dia merupakan pemain potensial untuk klub.
"Ketika dia melakukan kesalahan, sebagai pelatih tidak bisa langsung menghentikan kariernya atau kesempatan dirinya untuk membantu tim. Tapi terus memberikan kepercayaannya untuk bangkit dari keterpurukan dan menjadi lebih baik," ujar pelatih asal Belanda itu.
Seperti diketahui musim ini, Kadek Arel telah bermain selama 20 laga BRI Super League 2025/26. Bagi Bali United, laga pekan ke-23 bukan sekadar soal tiga poin. Ini tentang bangkit dari tekanan, meredam kritik, dan membuktikan bahwa kepercayaan adalah fondasi untuk kembali berdiri lebih kuat.