Johnny Jansen Jatuh Hati pada Gairah Sepak Bola dan Loyalitas Suporter

Johnny Jansen Jatuh Hati pada Gairah Sepak Bola dan Loyalitas Suporter

16 Juni 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 BALI UNITED FC

GIANYAR - BRI Super League 2025/26 menjadi pengalaman yang berbeda bagi pelatih Bali United FC, Johnny Jansen. Tidak hanya menjalani tahun pertamanya di kompetisi Indonesia, tetapi ia juga menyaksikan secara langsung bagaimana sepak bola menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Meski Bali United menutup musim di posisi ke-8 klasemen akhir dengan perolehan 51 poin, dia mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama bekerja di Indonesia.

Baginya, ada satu hal yang langsung mencuri perhatian sejak awal kedatangannya, yakni gairah luar biasa yang dimiliki para pencinta sepak bola Tanah Air.

Sepanjang satu musim mendampingi Bali United, dia merasakan sendiri bagaimana fanatisme suporter hadir di hampir setiap pertandingan.

"Sepak bola dengan banyak gairah (passion). Itu sangat menyenangkan jika Anda melihat para penggemar, melihat para pemain, saya suka itu. Gairahnya sangat bagus," ujar pelatih asal Belanda itu.

Atmosfer tersebut menjadi salah satu alasan mengapa dia menikmati perjalanan kariernya di Indonesia. Menurutnya, dukungan suporter memberikan warna tersendiri yang tidak selalu ditemukan di negara lain.

Di tengah berbagai dinamika kompetisi, Jansen merasa puas dengan perkembangan yang ditunjukkan timnya sepanjang musim.

Menurutnya, Bali United berhasil menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan saat awal kompetisi bergulir.

"Tapi sejujurnya saya sangat menyukainya jika melihat proses tim kami, kami mengambil langkah besar ke depan. Jadi saya sangat senang dengan apa yang saya lihat," ucap Johnny Jansen.

"Saya sangat senang bermain berkali-kali di Dipta (Stadion Kapten I Wayan Dipta) dengan fans yang luar biasa, hubungan yang baik dengan mereka," sambungnya.

Kini datang dari lingkungan sepak bola Eropa, Johnny Jansen mengakui Indonesia memberikan tantangan dan pengalaman yang benar-benar berbeda.

"Ya, ini tahun yang baik, saya belajar banyak dari sepak bola Indonesia karena sangat berbeda dengan apa yang saya alami di Eropa. Saya belajar banyak dan senang memiliki pengalaman ini," pungkasnya.