BOGOR -- Penyerang andalan Garudayaksa FC, Jayro Jean buka suara mengenai kunci keberhasilan timnya membalikkan keadaan saat menghadapi Arema FC. Sempat dikejutkan oleh gol kilat lawan, Garudayaksa FC sukses bangkit dan mengamankan kemenangan perdana mereka musim ini dengan skor telak 3-1 dalam laga pekan kelima BRI Super League 2026/27 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10).
Jayro Jean yang menyumbang satu gol krusial dalam pertandingan bersejarah ini, mengakui bahwa awal babak pertama berjalan sangat berat bagi timnya akibat kelengahan di lini pertahanan.
Pertandingan baru berjalan lima menit ketika gawang Garudayaksa FC dibobol oleh penggawa Arema FC, Matheus Blade, memanfaatkan umpan sepak pojok Marcos Vinicius. Jayro tidak menampik bahwa gol kilat tersebut sempat mengguncang mental dan fokus rekan-rekannya di lapangan.
"Seperti yang pelatih katakan sebelumnya, kami memulai gim dengan buruk. Satu gol di lima menit pertama sempat membunuh konsentrasi kami," ujar Jayro Jean.
Alih-alih terpuruk dan kehilangan arah, para pemain Garudayaksa FC justru menunjukkan kedewasaan bertanding. Jayro mengungkapkan bahwa seluruh pemain langsung berinisiatif untuk saling berkomunikasi dan menguatkan satu sama lain di lapangan demi mengembalikan fokus yang sempat hilang.
"Tetapi kami sebagai tim, kami mulai berbicara satu sama lain karena kami tahu gim ini sangat penting bagi kami. Hari ini objektif utamanya adalah untuk memenangkan pertandingan," tegas pemain yang mencetak gol pembalik kedudukan pada menit ke-36 tersebut.
Kombinasi komunikasi yang solid dan mental pantang menyerah akhirnya membuahkan hasil manis. Dua gol beruntun dari Brian Rubio (34') dan Jayro Jean (36') berhasil membalikkan keadaan sebelum turun minum, sebelum akhirnya Carlos Iury mengunci kemenangan menjadi 3-1 pada menit ke-70.
Kemenangan ini terasa sangat manis karena selain menjadi tiga poin pertama dalam sejarah Garudayaksa FC di kasta tertinggi, hasil ini juga sukses menodai rekor tak terkalahkan milik Singo Edan. Tambahan tiga angka ini membawa Garudayaksa naik ke peringkat 13 dengan total lima poin, sementara Arema FC tertahan di posisi 10 klasemen sementara dengan raihan enam poin.