LAMONGAN -- Deltras FC mencuri satu poin di kandang Persela Lamongan setelah bermain imbang 1-1 dalam pekan kelima Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Surajaya, Minggu (11/10) sore. Gol Achmad Dwi Firmansyah pada menit ke-88 menyelamatkan Deltras FC setelah bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama.
Pelatih Deltras FC, Leonard Tupamahu mengakui timnya kesulitan mengembangkan permainan pada awal pertandingan karena tekanan Persela. Ia menilai mengambil satu poin menjadi hasil penting bagi Deltras dalam situasi sulit tersebut.
Apalagi, tim asal Kota Delta itu kehilangan I Komang Ananta Krisna Putra akibat kartu merah pada menit ke-38. Persela kemudian unggul melalui penalti Jacinto Junior Conceicao Cabral pada menit ke-54, sebelum Achmad Dwi memaksakan hasil imbang menjelang akhir pertandingan.
"Di awal-awal laga kita tahu sendiri tadi kita jujur aja kita enggak bisa keluar dari tekanan yang Persela kasih ke kita," ucap Leonard Tupamahu setelah laga.
Setelah kehilangan pemain dan tertinggal melalui penalti, The Lobster memilih bertahan sembari menunggu peluang melancarkan serangan balik. Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui gol Achmad Dwi pada menit ke-88.
"Jadi yang paling masuk akal, ya kita main seperti itu, cuma defend, defend, terus ngarepin (mengandalkan) counter attack. Puji Tuhan kita bisa dapat (gol counter attack) di akhir-akhir laga," jelas pelatih berusia 43 tahun tersebut.
"Kita selalu percaya bahwa kita mampu memenangkan pertandingan, kita mampu membobol gawang lawan. Kita yakin kita bisa, itu aja," tambah Leonard.
Gol dari Achmad Dwi ini sekaligus mengakhiri catatan empat pertandingan Persela tanpa kebobolan. Striker berusia 23 tahun tersebut mengaku sempat merasakan ketegangan bermain di hadapan ribuan pendukung tuan rumah.
"Ya, alhamdulillah bisa memecahkan rekor di empat pertandingan, empat pertandingan Persela dengan tanpa kebobolan dan hari ini alhamdulillah rezeki tim Deltras FC dan juga suporter semua," ungkap mantan pemain RANS Nusantara FC itu.
Deltras pun membuktikan bahwa keterbatasan jumlah pemain tidak serta-merta mengakhiri peluang meraih hasil positif. Capaian ini membawa tim kebanggaan Deltamania kukuh di puncak klasemen sementara Grup B dengan 13 poin.