Hari Nur Yulianto Jadi Rekrutan Pertama PSIS Tatap Musim Depan

Hari Nur Yulianto Jadi Rekrutan Pertama PSIS Tatap Musim Depan

5 Juni 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025-26 PSIS SEMARANG

SEMARANG – PSIS Semarang sudah mulai memperlihatkan geliatnya untuk menatap musim baru kompetisi Championship 2026/27. Adalah sosok striker kenyang pengalaman, Hari Nur Yulianto yang menjadi rekrutan pertama Mahesa Jenar untuk menyambut kompetisi musim baru.

Setelah perjalanan panjang bersama klub kebanggaan Kota Semarang dan beberapa klub seperti Malut United FC dan PSPS Riau, Hari Nur kini kembali pulang membawa pengalaman, loyalitas, dan semangat yang selama ini melekat kuat dalam dirinya.

Memang, sosok Hari Nur Yulianto adalah sosok yang sangat melekat sebagai salah satu legenda hidup dari PSIS.

Nama Hari Nur Yulianto juga bukanlah sosok asing bagi suporter PSIS baik Panser Biru maupun Snex. Selama satu dekade membela panji Mahesa Jenar, pemain yang akrab disapa HNY tumbuh menjadi ikon sekaligus legenda hidup klub berkat dedikasi dan kontribusinya di atas lapangan.

Kedekatan emosional antara HNY dan suporter menjadikan kepulangannya bukan sekadar transfer pemain, melainkan momen yang membangkitkan nostalgia sekaligus harapan baru bagi seluruh elemen tim. Pada musim 2026/27 nanti, HNY akan kembali menggunakan nomor ikonik 22, nomor yang telah menjadi simbol perjalanan dan loyalitasnya bersama PSIS Semarang.

Manajemen baru PSIS menilai kehadiran HNY menjadi bagian penting dalam membangun kembali rasa percaya diri dan mentalitas tim untuk menghadapi musim baru.

“Didatangkannya HNY juga menjadi salah satu bukti nyata keseriusan manajemen dalam membawa PSIS kembali bersaing dan mewujudkan target promosi ke Super League musim depan. Dengan pengalaman, karakter, dan kedekatannya dengan klub, HNY diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru bagi skuad maupun suporter Laskar Mahesa Jenar." kata asisten manajer PSIS Semarang, Moch. Reza Handhika.

PSIS sendiri pada Pegadaian Championship 2025/26 lalu sempat terseok-seok di papan bawah khususnya di zona merah degradasi. Beruntung akhirnya PSIS mampu selamat dari degradasi dan memastikan tetap bertahan di kompetisi kasta kedua musim depan.