SURABAYA - Persebaya Surabaya mengisi rangkaian perayaan ulang tahun ke-99 dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Sejumlah perwakilan pemain tim pelatih berziarah ke makam salah satu pendiri klub, almarhum M. Pamoeji, di TPU Karang Tembok, Pegirian, Semampir, Surabaya, Kamis (18/6) pagi.
Tradisi tersebut bukan hal baru bagi Bajul Ijo. Setiap memasuki hari jadi klub, penghormatan kepada para pendiri selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Persebaya.
Sebagai pengingat agar seluruh elemen tim tidak melupakan sejarah panjang yang telah membentuk klub hingga menjadi salah satu klub terbesar di Indonesia.
"Ya istilahnya kita setiap tahun setiap ulang tahun selalu berziarah ke makam pendiri Persebaya. Artinya itu kita jangan sampai melupakan sejarah. Kita tetap respek dan menghormati cikal bakal berdirinya Persebaya," ujar asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi.
Baginya, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola. Di balik nama besar yang dimiliki saat ini, ada sejarah panjang dan perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
"Ya tentunya Persebaya adalah salah satu tim legendaris tim yang tua karena sudah berusia 99 tahun dan tim yang sarat prestasi dan perjuangan juga," imbuh pelatih berlisensi A AFC itu.
Karena itu, rasa hormat kepada para pendiri menjadi sesuatu yang terus dijaga oleh keluarga besar Persebaya.
"Ya tentunya secara umumnya kita membaca surat Al Fatihah semoga beliau tetap langgeng di sisiNya dan keberkahan selalu bersama khususnya tim Persebaya," kata Uston Nawawi.
Selain itu, ziarah juga diikuti Rachmat Irianto, Toni Firmansyah, Arief Catur Pamungkas, dan Koko Ari Araya. Tradisi itu menjadi simbol bahwa perjalanan panjang tim berjuluk Bajul Ijo tak pernah lepas dari jasa para pendiri yang telah meletakkan fondasi klub sejak 1927 itu.