MALANG – Arema FC terus mematangkan persiapan menghadapi musim 2026/27. Di tengah upaya membangun skuat yang lebih kompetitif, Singo Edan juga harus melewati fase emosional dengan melepas sejumlah pemain yang telah menjadi bagian penting perjalanan tim dalam beberapa musim terakhir.
Terbaru, manajemen Arema FC resmi mengumumkan perpisahan dengan tiga pemain, yakni Gildson Pablo de Oliveira Silva, Samuel Gideon Balinsa, dan Luiz Gustavo Tavares Conde. Ketiganya meninggalkan kisah yang berbeda, namun memiliki benang merah yang sama: dedikasi dan pengabdian penuh untuk lambang Singo Edan.
Sosok yang paling membekas tentu Gildson Pablo de Oliveira Silva. Selama dua musim berseragam Arema FC, gelandang asal Brasil itu bukan hanya berperan sebagai pengatur tempo permainan, tetapi juga menjadi simbol keteguhan dalam menghadapi cobaan berat akibat cedera.
Pada musim pertamanya, Pablo tampil impresif dengan mencatatkan 27 penampilan dan menyumbangkan tiga gol. Kehadirannya memberikan keseimbangan di lini tengah, baik saat membantu serangan maupun mengawal pertahanan.
Namun, musim berikutnya tidak berjalan sesuai harapan. Cedera membuatnya harus menepi cukup lama sebelum akhirnya kembali memperkuat Arema FC pada putaran kedua kompetisi pada Januari 2026.
Sayangnya, nasib kurang beruntung kembali menghampiri. Cedera serius pada ligamen lutut, yakni MCL dan ACL, memaksanya pulang ke Brasil untuk menjalani operasi serta proses pemulihan lanjutan.
"Dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan selama dua musim bersama Arema FC tidak hanya terlihat dari penampilannya di atas lapangan, tetapi juga melalui semangat dan keteguhannya dalam menghadapi masa-masa sulit akibat cedera," ujar General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
"Pablo telah menunjukkan arti sesungguhnya dari perjuangan seorang profesional. Kami percaya dengan karakter dan mentalitas yang dimilikinya, ia mampu bangkit kembali," lanjutnya.
Sementara itu, Samuel Gideon Balinsa akan selalu dikenang sebagai pekerja senyap yang menjaga keseimbangan permainan Arema FC. Gelandang asal Sorong, Papua, tersebut bergabung dari Persewar pada Mei 2023 dan perlahan berkembang menjadi salah satu pilar penting di lini tengah.
Perannya memang kerap luput dari sorotan. Namun, kontribusinya sangat vital dalam memutus serangan lawan sekaligus menjadi penghubung antarlini saat tim membangun permainan.
Selama tiga musim membela Arema FC, Balinsa mencatatkan 64 penampilan di berbagai kompetisi resmi. Meski kontraknya berakhir pada Mei 2026 dan namanya tidak masuk dalam proyeksi tim musim depan, kontribusinya tetap mendapat apresiasi tinggi dari manajemen.
"Ia menjalankan setiap tanggung jawab dengan penuh kesungguhan dan menjadi bagian dari skuat yang berhasil mempersembahkan gelar juara turnamemn pra musim Piala Presiden 2024. Kontribusi tersebut akan selalu menjadi bagian dari sejarah Arema FC," tutur pria yang akrab disapa Inal itu.
Di sisi lain, Luiz Gustavo Tavares Conde memang hanya menghabiskan satu musim bersama Arema FC. Meski singkat, bek asal Brasil tersebut mampu meninggalkan kesan mendalam.
Didatangkan pada Agustus 2025, Luiz Gustavo langsung menjadi pilihan utama di jantung pertahanan. Kehadirannya memberikan stabilitas bagi lini belakang Arema FC sepanjang putaran pertama kompetisi.
Ia mencatatkan 17 penampilan sebelum cedera ACL menghentikan langkahnya. Pada Januari 2026, Luiz Gustavo harus kembali ke Brasil untuk menjalani operasi dan menjalani masa pemulihan hingga akhir musim.
Kepergiannya menjadi kehilangan tersendiri bagi Singo Edan yang saat itu tengah berupaya menjaga konsistensi performa di kompetisi.
"Dalam waktu yang relatif singkat, ia mampu menunjukkan kualitas serta memberikan pengaruh positif bagi tim, khususnya dalam memperkuat lini pertahanan pada putaran pertama kompetisi," kata Yusrinal.
"Kami mendoakan agar proses pemulihannya berjalan lancar, dapat kembali ke performa terbaiknya, serta meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti. Terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC," pungkasnya.
Perpisahan dengan Pablo, Balinsa, dan Luiz Gustavo menandai berakhirnya sebuah perjalanan. Namun dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang mereka berikan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Arema FC, sekaligus meninggalkan warisan yang akan dikenang oleh Aremania untuk waktu yang lama.