SURABAYA -- Persebaya Surabaya masih kesulitan menunjukkan ketajaman lini serang usai menjalani pekan keempat BRI Super League 2026/27. Meski belum tersentuh kekalahan, produktivitas gol menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Bernardo Tavares.
Persoalan tersebut terlihat saat Persebaya menang 1-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat lalu. Gol tunggal Alex Martins melalui titik penalti pada penghujung babak pertama menjadi penentu kemenangan, meskipun Persebaya memiliki sejumlah kesempatan untuk menambah keunggulan.
"Saya setuju, kita menciptakan banyak peluang. Ya, itu benar dan jika kita mencetak gol kedua. Saya pikir pertandingan akan selesai dan mungkin setelahnya para pemain bisa lebih tenang," ujar pelatih asal Portugal itu.
Dimana sepanjang pertandingan, Persebaya mencatatkan lima tembakan tepat sasaran, sedangkan Isenmulang FC tidak menghasilkan satu pun.
Alex Martins bahkan memperoleh dua peluang pada babak kedua, tetapi gagal menambah gol. Sementara itu, percobaan Saddil Ramdani juga belum menemui sasaran. "Tapi saya pikir secara keseluruhan, untuk banyaknya peluang yang kita ciptakan, kita harusnya bisa lebih akurat, karena jika kita mencetak gol kedua dan ketiga, saya pikir itu akan adil," imbuhnya.
Selain efektivitas serangan, pelatih berlisensi UEFA Pro itu mengungkapkan kondisi rumput Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung turut memengaruhi permainan timnya.
"Karena terkadang kita perlu menguasai penguasaan bola, bisa menciptakan operan-operan pendek karena lapangan tidak terlalu bagus untuk melakukan operan lambung panjang, karena permukaan rumputnya tidak rata," tutur Bernardo Tavares.
Kini kemenangan tersebut menjaga tren positif Persebaya. Namun, dengan rata-rata hanya satu gol per pertandingan.
Dari empat laga yang sudah dijalani, Persebaya mengumpulkan delapan poin hasil dua kemenangan dan dua kali imbang menempatkan tim di posisi ke-6 klasemen sementara BRI Super League 2026/27.
Persebaya baru mengemas empat gol dari 39 percobaan tembakan, dengan 14 di antaranya mengarah tepat ke gawang.