BANTEN - Arema FC akan menjalani laga pertama di putaran kedua BRI Super League 2025/26 dengan laga tandang. Pada pekan ke-18 tim akan melawan Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Senin (26/1).
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, tidak menampik kualitas lawan yang menjadi salah satu tim dengan kekuatan paling komplet di kompetisi kasta tertinggi musim ini.
Dimana kekuatan Dewa United tidak terlepas dari racikan pelatih Jan Olde Riekerink yang dinilainya mampu membentuk tim dengan organisasi permainan yang solid. Meskipun hanya terpaut satu tingkat dan satu poin di klasemen sementara.
Arema FC berada di posisi lebih baik ke-10 dengan perolehan 21 poin, sedangkan Dewa United dibawahnya, posisi ke-11.
"Dewa United merupakan tim yang sangat kuat secara individu dan kolektif selama lebih dari satu musim terakhir," kata pelatih asal Brasil itu.
Untuk itu menghadapi laga ini, dia menekankan pentingnya kesiapan mental dan pemahaman taktik para pemainnya. Dia menyadari, menghadapi tim dengan kualitas seperti Dewa United, kesalahan sekecil apapun dapat berujung pada hukuman mahal.
"Oleh karena itu, kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik, baik secara mental maupun taktik agar bisa memainkan pertandingan yang bagus," imbuhnya.
Sehingga target tiga poin tetap menjadi incaran Arema FC untuk menjadi momentum penting untuk melanjutkan tren positif, sekaligus membalas kekalahan pada putaran pertama lalu.
Pada laga putaran pertama di Stadion Kanjuruhan, Arema FC harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor 1-2. Kekalahan itu kini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menyusun pendekatan berbeda pada pertemuan kedua.
"Dewa United adalah tim yang suka menguasai bola, suka menyerang, dan sangat terorganisir," ujar Marcos Santos.
Kini baginya, dominasi tersebut justru membuka peluang yang bisa dimanfaatkan Arema FC jika mampu membaca situasi pertandingan dengan cermat.
"Kami harus cerdas membaca situasi itu dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk mencoba meraih kemenangan," pungkasnya.