JEPARA -- Persijap Jepara sudah melakoni laga home perdana di arena BRI Super League 2026/27 melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Sabtu (12/9) malam lalu. Kekalahan 0-1 dari Pesut Etam membuat Laskar Kalinyamat tercatat sudah menelan dua kekalahan dari dua laga yang sudah dijalani.
Sebelumnya, pada laga pekan pertama, Persijap juga harus menyerah dari tuan rumah Madura United FC dengan skor 0-2.
Pelatih Kepala Persijap Jepara, Juan Cortes menyadari bahwa permainan skuadnya masih belum sesuai harapan. Tapi, pelatih asal Spanyol itu meminta kepada publik sepak bola Jepara bisa melihat persoalan yang jauh lebih besar, di mana tim Laskar Kalinyamat tersebut masih dalam tahapan membangun fondasi tim.
“Kami baru berkumpul sekitar empat minggu. Tapi, itu bukan alasan melainkan kenyataan yang harus kami hadapi,” tutur Juan Cortes.
Pelatih asal Spanyol itu menjelaskan timnya saat ini didominasi para pemain yang baru bergabung. Total ada sebanyak 18 pemain baru dan masih dalam proses chemistry antarpemain.
Bahkan, dia menambahkan, pemain baru ada yang bergabung atau berkumpul di tim pada pekan pertama kompetisi BRI Super League 2026/27 bergulir. Menurut Juan Cortes, ini jadi situasi yang sangat sulit dan menjadi salah satu alasan adaptasi yang belum maksimal sehingga timnya kalah termasuk di laga home perdana.
Dia mengaku membangun tim dan chemistry antarpemain bukanlah perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Sebanyak 11 pemain yang bermain di lapangan saat menjamu tim tamu itu bukan tim yang bisa disulap langsung menjadi tim yang bagus.
Dia menyebutkan, timnya masih membutuhkan waktu saling mengenal dan juga meningkatkan gaya permainan.
Juan Cortes mengakui anak asuhannya belum cukup dalam hal penguasaan bola pada babak pertama, lalu pada babak kedua lawan Borneo FC, Persijap mampu menciptakan beberapa peluang yang belum bisa dikonversikan menjadi sebuah gol.
“Bukan seperti sulap. Saya tidak senang dengan hasil permainan ini. Kami membutuhkan waktu,” ucap Juan Cortes lagi.
Sementara itu pemain Persijap, Sergio Chica mengatakan kekuatan fisik para pemain Jepara menjadi salah satu hal yang harus segera dibenahi jelang laga pekan ketiga.
Sesuai jadwal, Persijap akan menjamu Persib Bandung yang tak lain adalah tim juara bertahan pada Minggu (20/9) mendatang. Dia juga menilai tim masih perlu meningkatkan kemampuan menciptakan peluang, mencetak gol, dan mobilitas fisik juga masih dalam tahap peningkatan.
Sergio menjelaskan pada kompetisi yang sudah berjalan itu Persijap sedang mengerjakan sebuah proyek besar dengan dikejar waktu kompetisi yang terus berjalan. “Kami tidak bisa memperbaiki semuanya dalam waktu beberapa hari saja," pungkasnya.